Breaking News

Bupati BBS Himbau Masyarakat Muaro Jambi, Mengurangi Aktivitas Luar Rumah Pada Saat Kebut Asap Pekat.

 


MUARO JAMBI. Infonewskito.com — Di tengah meningkatnya ancaman kabut asap akibat perluasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Muaro Jambi, Badan Penanggulangan Bencana / pihak terkait (BBS) mengambil langkah cepat dengan memberikan perhatian khusus terhadap perlindungan kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

​Langkah mitigasi ini diambil mengingat kualitas udara yang terus menurun dan berisiko tinggi memicu gangguan pernapasan akut (ISPA) serta komplikasi kesehatan lainnya bagi warga yang masuk dalam kategori rentan.(08/10-26)



​Imbauan Pembatasan Aktivitas Luar Ruangan

​Sebagai upaya pencegahan dini, pihak BBS secara tegas mengimbau masyarakat Muaro Jambi untuk membatasi aktivitas di luar rumah kecuali untuk keperluan yang sangat mendesak.

  • ​Gunakan Masker: Warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan diwajibkan mengenakan masker standar untuk meminimalisasi paparan partikel debu dan asap berbahaya.
  • ​Lindungi Kelompok Rentan: Keluarga diminta untuk ekstra waspada dalam mengawasi anak-anak dan lansia agar tidak terpapar udara luar secara langsung dalam waktu lama.

​Optimalisasi Pelayanan Kesehatan dan Posko Fankes

​Selain imbauan preventif, BBS memastikan bahwa fasilitas kesehatan di tingkat daerah, termasuk Posko Fankes (Fasilitas Kesehatan), tetap beroperasi secara optimal selama 24 jam untuk melayani masyarakat yang terdampak.

  • ​Ketersediaan Logistik Medis: Posko kesehatan dipastikan memiliki stok oksigen, obat-obatan ISPA, serta vitamin yang memadai.
  • ​Respon Cepat: Tenaga medis disiagakan untuk memberikan penanganan darurat bagi warga, khususnya ibu hamil dan lansia yang mulai merasakan keluhan sesak napas atau iritasi mata akibat kabut asap.

​Masyarakat yang membutuhkan bantuan medis darurat diimbau untuk segera mendatangi Posko Fankes terdekat atau menghubungi layanan darurat setempat agar penanganan dapat dilakukan sesegera mungkin.

​" Jika ada keluhan seperti batuk, pilek dan sesak napas, atau iritasi mata segera periksa ke Fasilitas Kesehatan terdekat, jangan menunggu sampai parah," imbau Bupati.

Perlindungan kelompok rentan, seperti anak-anak, lensia dan ibu hamil, dan warga dengan ganguan pernapasan menjadi perhatian pemerintah daerah selama kondisi belum membaik.

"Kondisi udara seperti ini harus kita sikapi dengan perlindungan yang tepat, terutama bagi kelompok yang lebih rentan. Namun pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjan. ( Az) 

0 Komentar

© Copyright 2025 - INFONEWSKITO